![]() |
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) memperingati hari jadi yang ke 67 th. pada 19 Mei tempo hari. Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto mengemukakan pesan bahwa seseorang pendekar sejati mesti berguna untuk orang banyak termasuk juga negaranya.
" Lalu makin diisi makin menunduk, makin difitnah makin memaafkan. Makin dihujat makin tenang, bukanlah makin geram, " kata Prabowo dalam account Facebooknya diambil merdeka. com, Selasa (19/5).
Seseorang pendekar sejati, lanjut dia, tidak kenal kata dendam serta mesti dapat membela diri, keluarga, lingkungan, serta negara. Bukanlah meneror, menindas, atau menyakiti hati orang. Seseorang pendekar sejati menyembuhkan yang sakit, bukanlah menyebabkan kesakitan atau penderitaan, kata Prabowo.
" Sekarang ini saya lihat bangsa Indonesia tengah terbuai hingga lupa bakal nilai-nilai mulia bangsa. Inilah kenapa pencak silat mesti dipakai juga sebagai pendidikan watak anak-anak kita. Bila nilai ini kuat, korupsi bakal menyusut di Republik Indonesia ini. Bagaimanakah orang ingin membela rakyatnya, lingkungannya, daerahnya bila dia mengambil dari rakyat, berkhianat pada bangsanya? " catat Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Dia memperkirakan, Indonesia bakal banyak memperoleh ujian sampai tahun-tahun yang akan datang. Terlebih, lebih dia, saat ini nampak budaya di zaman sehari-hari, dimana orang sama-sama susah yakin, susah terima bahwa yang di sampaikan beberapa pemimpin itu benar.
" Banyak saya dapatkan saat ini di mana-mana berjenjang sama-sama bohong, sama-sama menipu, sama-sama mengerjai keduanya. Saat ini pilihannya yaitu, bila seluruhnya lingkungan kita berbondong-bondong lakukan kebohongan, korupsi, ketidakjujuran, salahkah bila kita mau ada di jalan lurus, di jalan yang benar? Itu tantangannya. Kita yaitu pendekar, mulai sejak kecil kita dengan kepercayaan, bahwa di ujungnya, yang benar bakal diridhoi Allah, " ujarnya.

0 komentar:
Posting Komentar