![]() |
Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai banyak memperoleh kritikan pedas dari beragam kelompok. Terutama kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi yang dinilai tak mengakomodir kebutuhan rakyat.
Mulai sejak dilantik jadi orang nomer satu di Tanah Air, beberapa kebijakan Jokowi memanglah memetik kecaman. Umpamanya, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, kenaikan harga bahan pokok, terjadinya hiruk pikuk politik, penentuan Kapolri, sampai dua TKI dihukum mati di Arab Saudi bikin Jokowi banyak memperoleh kritikan keras.
Lalu, masalah kebijakan keras Jokowi yang tidak ingin mengampuni sembilan terpidana mati yang akan dieksekusi pemerintah kurun waktu dekat ini. Giliran pegiat Hak Azasi Manusia (HAM) yang menuding Jokowi tidak mematuhi janji kampanyenya lantaran pemerintah terus ngotot mau eksekusi mati terpidana mati masalah narkoba. Walau sudah pasti masalah hukuman mati ini banyak juga yang mensupport Jokowi supaya tak memberi ampun pada pelaku kejahatan narkoba.
Terbaru masalah pembuatan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang rupanya juga telah di setujui oleh Jokowi. Pembangunan gedung DPR ini pernah akan dikerjakan waktu masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tetapi batal lantaran banyak memetik penolakan di orang-orang. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tidak pernah capek lakukan kritik pada pemerintahan Jokowi.
Dia bahkan juga menyindir bila Jokowi cuma banyak berjanji waktu kampanye tetapi tidak terealisasi waktu menjabat jadi presiden. Dengan keadaan pemerintahan yang saat ini, menurut Wakil Ketua DPR RI, ini orang-orang mulai tahu apa yang sudah berlangsung dengan tak pilih Prabowo Subianto juga sebagai Presiden.
" Kita baru rasakan sesudah seorang menjabat, bila janji kampanye dapat banyak, janji sangat banyak, namun saat berkuasa apa yang berlangsung, " kata Fadli di lokasi wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/4).
Dalam enam bln. paling akhir, kata Fadli Zon, beragam komentar segera dari orang-orang yang rasakan bahwa hidup di Indonesia, di masa pemerintahan sekarang ini bukannya semakin gampang, namun makin susah.
Orang-orang terbebani dengan harga keperluan pokok yang makin naik, diawali dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), elpiji, serta kenaikan harga beras yang cukup fantastis di waktu Indonesia mengklaim diri surplus pangan.

0 komentar:
Posting Komentar