![]() |
Denpasar : Pengacara Hotma Sitompul disuruh untuk memperhatikan situasi kebatinan orang-orang Bali. Hotma yang saat ini jadi pengacara Margriet, ibu angkat Angeline, dinilai sering melemparkan pernyataan yang mengganggu umum Bali.
" Kami beberapa pengacara di Bali menampik memberi pendampingan hukum pada Margriet bukanlah lantaran kami tak dapat, namun kami mempunyai hak untuk menampik dengan beragam jenis pertimbangan segi sosial orang-orang. Maka dari itu kami meminta, pengacara senior seperti Hotma Sitompul untuk membuat situasi kondusif serta turut memerhatikan situasi kebatinan orang-orang Bali yang mempunyai atensi yang luar umum pada masalah ini, " tutur Ketua DPD Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bali Agustinus Nahak waktu didapati di Denpasar, Rabu (24/6/2015).
Agustinus serta pengacara yang lain tergabung dalam Solidaritas Orang-orang Bali for Angeline (Lambang Bali). Menurut Nahak, masalah Engeline sudah menyedot perhatian sosial orang-orang Bali. Sesaat Hotma Sitompul malah banyak melemparkan pernyataan yang dikira tidak sensitif. Umpamanya, bikin ancaman di media seperti bakal melaporkan Akbar Faisal ke komite etik DPR, bakal menuntut P2TP2A Kota Denpasar, berbuat tidak etis Komnas PA dengan menyampaikan komisi itu bukanlah instansi negara serta beragam gertakan lain.
" Dengan cara panggung kabar berita, memanglah Hotma sukses menggiringnya. Tetapi mesti diingat, situasi kebatinan orang-orang Bali yang turut terluka dalam masalah ini. Juga kecaman serta bully di media sosial yang dapat memberi citra negatif pada Hotma Cs. Kasihan sekali. Saya ini pengagum Hotma, namun dalam masalah ini saya tidak sama, " katanya.
Untuk mempertegas support serta perhatian barisan advokat Bali pada masalah Engeline, menurut dia, sekian hari lantas, pihaknya bersua dengan Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie. Dalam pertemuan itu, rombongan pengacara itu memberi legal opinion pada Kapolda Bali bahwa sesungguhnya pembunuhan Engeline itu tidak cuma satu orang namun ada pelaku lain yang belum tersingkap.
" Kita meminta polisi supaya selesai membuka siapa-siapa saja yang turut ikut serta dalam kematian Engeline. Kami menghormati kemampuan Polri untuk dapat selekasnya membuka dengan jelas siapa serta motif apa dibalik kematian Engeline. Keadilan untuk Engeline selalu kami perjuangkan, " tuturnya.
Advokat Lambang Bali yang lain Valerian Libert Wangge mengajak orang-orang Bali untuk selalu memonitor sistem pengungkapan masalah Engeline.
“Saatnya untuk kita untuk merekatkan solidaritas untuk korban. Cukup telah kejahatan kemanusiaan seperti ini. Ikut serta orang-orang juga dilindungi UU, jadi semua bentuk ancaman mesti dilawan, ” tutur Wangge.
Seperti di ketahui, Angeline diketemukan tewas di pekarangan rumah ibu angkatnya, Margriet Megawe di Jalan Enak Malam, Sanur Bali, 10 Juni lantas. Polisi telah mengambil keputusan Agustinus Tae, seseorang pembantu dirumah Margriet juga sebagai tersangka. Sesaat Margriet saat ini ditahan di Polda Bali juga sebagai tersangka penelantaran anak.
KRI

0 komentar:
Posting Komentar