Ekonomi Lesu, Transaksi Kota Bandung Masih tetap Tinggi


Jakarta : Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Barat Rosmaya Hadi menyampaikan, meski survey lembaganya merasakan perekonomian Jawa Barat melambat, nominal transaksi keuangan masih tetap tinggi. “Di Bandung, walau sebenarnya ekonomi tengah lambat, namun kami tulis perubahan system pembayaran ini untuk RTGS (Real Time Gross Settlement) saja Rp 57, 8 triliun pada bln. Mei 2015, ” kata dia di Bandung, Rabu, 24 Juni 2015. 

Rosmaya menyampaikan, transaksi dengan nonimal lebih kecil melalui system kliring selama Mei 2015 di Kota Bandung terdaftar Rp 10, 2 triliun dengan warkat sejumlah 292. 837 lembar. “Tadi kembali mengapa kok ekonomi lambat namun rotasi uangnya tinggi, ” kata Rosmaya. 

Sesaat daa transaksi di semua mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATIM) di Kota Bnadung yang jumlahnya 3. 019 mesin selama Triwulan 1/2015 tecatat 3, 25 juta transaksi dengna nominal Rp 7, 7 triliun. Di periode yang sama, transaksi ritel memakai mesin EDC di Kota Bandung meraih 1, 25 juta transaksi dengan nomial Rp 1, 5 trilun. 

Rosmaya mengakui, Bank Indonesia tengah mempelajari masalah ini. Dia mengira, rotasi duit yang tinggi ini satu diantaranya dipicu oleh aspek banyak turis yang berkunjung ke Bandung yang mendongkrak transaksinya. ”Tapi dari segi perekonomian memanglah kita melemah, ini tengah kita cermat tentang daya beli, ” kata dia. 

Survey Aktivitas Dunia Usaha (SKDU) yang ditangani Bank Indonesia Propinsi Jawa Barat pada Triwulan 1/2015 tunjukkan pelambatan dibanding Triwulan IV/2014. Pelambatan itu punya pengaruh pada pelambatan penjualan property residensial. Satu diantaranya tercermin pada penurunan laju penyaluran KPR (Credit Kepemilikan Rumah) yang menjdi sumber pembiayan paling utama customer beli rumah. 

Kepala Tim Ekonomi serta Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Bara Wahyu Ari Wibowo mengira, pemicu pelambatan itu satu diantaranya lantaran customer pilih menahan konsumsinya. “Terindikasi di DPK (Dana Pihak Ketiga) perbankan naik, ” kata dia di Bandung, Rabu, 24 Juni 2015. 

Bank Indonesia mencatat, posisi penyaluran credit bank pelapor yang berdomisilidi Jawa Barat posisi April 2015 Rp 282, 4 triliun. Sesaat dana orang-orang, DPK perbankan posisi April 2015 lebih tinggi yaki Rp 321 triliun. Perkembangan DPK di Jawa Barat terdaftar 8 %, meski perkembangan penyaluran credit masih tetap lebih tinggi yaitu 11, 4 %.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar